Revisi UU Sisdiknas Perlu Dikawal oleh NGO

Undang-undang sistem pendidikan nasional sedang direncanakan akan masuk dalam pembahasan prolegnas 2013. Upaya tersebut didorong oleh DPR karena melihat perlunya perubahan terhadap UU tentang sistem pendidikan nasional.

“UU Sisdiknas akan mempengaruhi banyak perubahan struktur undang-undang yang merujuknya antaralain UU BHP, UU guru dan dosen, dan berbagai UU lainnya yang berhubungan dengan pendidikan,”ujar Lody Paat, Pakar dari Koalisi Pendidikan dan juga Dosen di Universitas Negri Jakarta.
Tak hanya berbicara mengenai dampak perundangannya, UU Sisdiknas juga perlu dikawal agar jangan sampai salah kaprah. Isu yang berkembang pada pembahasan UU Sisdiknas sebelumnya malahan bergeser pada isu agama dan bukan merujuk pada subtansi pendidikan.
“Pembahasan UU Sisdiknas pada masa sebelumnya hanya berkutat di pasal 13 tentang pendidikan Agama, padahal ada aspek internasionalisasi dan privatisasi pendidikan yang tidak sempat terpantau,” Ungkap Abdul Zein, Instute of Education Reform Universitas Paramadina dalam kesempatan Temu Jejaring CSO Pengawasan dana BOS.
Rencananya UU SIsdiknas akan dibahas oleh Komisi X pada masa sidang pada tahun 2013.  “Melihat urgensi tersebut, sangatlah penting untuk melakukan pengawalan Revisi UU Sisdiknas sejak dini”Ungkap Agus Mulyono dari Masyarakat Peduli Pelayanan publik dalam kesempatan yang sama.
Komitmen dari CSO yang terlibat dalam Temu Jejaring pengawasan Dana BOS akan melakukan pengawalan bersama selama proses pembahasan UU Sisdiknas. Terpilih sebagai koordinator dalam forum tersebut YSKK dan NEW Indonesia sebagai koordinator koalisi.

One thought on “Revisi UU Sisdiknas Perlu Dikawal oleh NGO

  1. blog ini seperti sauebh ruang yang mana setiap pengunjung berhak memiliki satu atau lebih jendela untuk memandang, melihat, mengintip bahkan menutup gordennya. – -kalau saya sih ingin menambah ornamen jendela saya di ruangan ini=) – -sekolah, memberi kita pelajaran baru kemudian memberi kita ujian.sementara kehidupan, justru memberi kita ujian untuk kemudian memetik pelajaran darinya. – -UN, dari sudut akademis memang merupakan sauebh tolok ukur yang baik.namun UN yang mematikan kesempatan belajar dengan menidakluluskan siswa bukan cara mendidik yang baik. – -solusi saya,kita ganti istilah TIDAK LULUS’dengan BELUM LULUS’ – -dengan demikian siswa yang belum lulus UN tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai jadwal dengan catatan di tahun pertama siswa tersebut menempuh pendidikan yang baru diberikan kesempatan mengulang UN jenjang pendidikan sebelumnya sebanyak 3 kali/percaturwulan. – -misalnya, siswa yang tidak lulus UN SMP tetap dapat melanjutkan ke SMU. Di tahun pertamanya di SMU, ia dapat mengulang UN SMP-nya yang belum lulus itu sebanyak 3 kali. – -nah, siswa yang seperti itu, dapat dikumpulkan di kelas khusus yang mana diberikan pembinaan sore khusus memberikan materi UN yang belum lulus. – -jika setelah 3 kali mengulang itu belum juga lulus-lulus (kebangetan) maka kenaikan kelasnya ke kelas 2 SMU dibatalkan dan dilakukan penelusuran minat, bakat dan keterampilan yang kemudian ditindaklanjuti dengan memasukkannya ke sekolah khusus keterampilan, atau olahraga yang dapat digunakan sebagai pegangan hidup kelak. kan bisa jadi si siswa memang kurang suka teori-teori njelimet, tapi ingin menjadi atlet yang mengharumkan nama negara atau pun ingin menjadi pengusaha yang dapat membuka lapangan kerja baru bagi orang lain. dengan demikian UN tidak memvonis, tapi ada unsur kesempatan didalamnya, ada unsur mendidik, ada unsur demokrasi dalam penelusuran minat siswa. – -hal ini hanya berlaku untuk UN SMP saja, untuk SD tidak perlu ada UN karena tekanan mental seperti itu belum pantas diberikan dalam usia anak SD, cukup test untuk mendaftar SMP tertentu saja, kalau toh tidak keterima bisa melanjutkan di sekolah swasta. – -untuk SMU juga tidak perlu ada UN yang memvonis, cukup dicantumkan nilainya seadanya saja, karena toh nanti jika ingin masuk perguruan tinggi mereka harus ikut test lagi. – -fiuh,..ribet juga ya,namanya juga opini,mencoba mengakomodasi setiap kepentingan itu memang banyak tantangannya,namun sekecil apa pun setiap partisipasi adalah wujud kepedulian kita menuju kehidupan yang lebih baik=) – -waduh, ternyata ornamen saya kebanyakan dan motifnya agak rumit, maklum ornamen STIL BALI =) BRO! niy baru sempat mampir, baru mampir sekali langsung banyak ambil tempat parkir, heheGUDLAK NAH!:+)[]

Leave a Reply